Oleh-olah dari kampung

19 Aug 2008

Tanpa terasa kita sudah meninggalkan mumen 17 agustusan betapa saya kagum melihat orang-orang di desa begitu antusiasnya menyambuat mumen tersebut dari yang muda sampai orang yang sudah lanjut. Mereka mengelilingi desa (karnapal) tanpa merasa lelah selalu berteriak merdeka panasnya matahari tak bisa membuat mereka menyerah bahkan diantara mereka ada yang rela di rias seperti layaknya orang irian tanpa pake sendal apa lagi sepatu, tapi dengan semangatnya dia. Keringat bercucuran panasnya jalan aspal membuat dia pantang menyerah malah membuat mereka bersemangat. Pahal kita tahu hampir setiap hari mereka membicarakan (Kok Beras larang pisan yach ) artinya kenapa saat ini beras mahal banget yach.

Tetapi di saat mumen 17 agustusan datang mereka bisa melupakan sejenak malah dia fokus memikirkan bagaimana agar 17 agustus saat ini begitu meriah dari Rt. Rw. Sibuk menyiapkan persiapan untuk menyambuat 17 agustusan. Sementara di jakarta sendiri yang kita tahu ibukota jakarta hanya biasa aja menyambuatnya kalah dengan orang-orang desa yang hidup dengan adanya.

Bagaimana dengan anda? apa yang anda lakukan?


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive